Xteink X4 Pro dipakai membaca. Foto: XteinkPunya Xteink, terus ngerasa software bawaannya gitu-gitu aja? Pilihan huruf terbatas, pemenggalan kata berantakan, nggak ada kamus. Kalau kamu sempat cari solusinya di Google, pasti ketemu satu nama: CrossPoint.
CrossPoint sekarang bukan lagi proyek ngoprek diam-diam. Xteink mengumumkan kerja sama resmi dengan proyek ini pada Juni 2026. Lalu versi 1.6.0, rilis 5 September 2026, resmi mendukung Xteink X4 Pro.
Apa itu Xteink CrossPoint?
CrossPoint Reader adalah firmware pengganti software bawaan Xteink. Kodenya terbuka dengan lisensi MIT. README-nya menyebut dukungan untuk X3, X4, X4 Pro, dan X4 Classic. Proyek ini juga menegaskan tidak berafiliasi dengan Xteink.
Komunitasnya besar. Product Impossible mencatat repositori CrossPoint punya 5.581 bintang dan 1.026 fork di GitHub per 26 Juni 2026. Dari situ lahir banyak turunan, misalnya CrossInk yang fokus ke tipografi dan statistik baca.
Yang menarik, Xteink justru merangkul. Product Impossible mengutip unggahan tim Xteink di forum Reddit pemilik Xteink, 21 Juni 2026: "Yes, we have officially started working with CrossPoint." CNX Software, mengutip The Verge, juga menulis Xteink kini "official partner" proyek ini.

Kelebihan
- Gratis dan open source
- Dipasang lewat browser, bisa balik ke firmware resmi
- Kamus offline, Night Mode, font TTF sendiri
- Sinkron progres dengan KOReader dan Calibre
Kekurangan
- Font TTF dan tema Cover Grid belum untuk X3 dan X4 lama
Yang baru di CrossPoint 1.6
| Versi | Rilis | Yang penting |
|---|---|---|
| 1.5.0 | 7 Agustus 2026 | Kamus offline StarDict, saran buku berikutnya |
| 1.6.0 | 5 September 2026 | Dukungan resmi X4 Pro, Night Mode, spasi baris ekstra lebar |
| 1.6.5 | 27 September 2026 | Library view, font TTF sendiri, tema Cover Grid, atur spasi huruf dan kata, jam di layar utama, dukungan X4 Classic |
Font TTF langsung pakai cuma jalan di perangkat yang lebih baru, termasuk X4 Pro dan X4 Classic. Tema Cover Grid juga belum ada di X3 dan X4 lama. Fitur lain tetap kebagian.
Fitur dasarnya sudah lengkap. Ada EPUB 2 dan 3, sinkron progres dengan KOReader, kirim file lewat Wi-Fi dari browser, OPDS, sampai koneksi nirkabel ke Calibre. Menunya tersedia dalam 34 bahasa.
CrossPoint di Xteink X4 Pro, terasa bedanya?
Stefan Svartling mencoba CrossPoint di X4 Pro pada Juli 2026, waktu masih beta keempat. Kesannya positif banget. Pemenggalan kata untuk bahasa selain Inggris jadi rapi: "CrossPoint instantly remedies this."
Lampu depan bisa diturunkan sampai sekitar 5–6 persen. Di kamar gelap, ini jauh lebih nyaman daripada firmware bawaan yang menurutnya bikin silau. Sampul buku yang lagi dibaca juga bisa tampil di layar tidur.
Ketuk tepi layar untuk balik halaman terasa "remarkably fast and responsive". Kalau sering kesentuh tanpa sengaja, sentuhan bisa dimatikan dan kamu balik ke tombol fisik. Svartling sampai menyebut CrossPoint "mandatory software" buat X4 Pro.
Menurut kami, ini masuk akal. Hardware X4 Pro sudah enak, yang tertinggal cuma software-nya. CrossPoint menambal persis di situ.

Cara pasang CrossPoint, ringkasnya
- Sambungkan Xteink ke komputer pakai kabel yang mendukung transfer data, lalu bangunkan perangkatnya.
- Buka halaman flash tools di crosspointreader.com, pilih perangkatmu, lalu pilih rilis resmi terbaru.
- Tunggu sampai selesai. Kalau perangkat tidak muncul di daftar, coba port USB atau browser lain.
Mau balik ke bawaan? Pasang firmware resmi Xteink lewat halaman yang sama. Panduan lengkapnya ada di GitHub CrossPoint.
CrossPoint bukan firmware resmi Xteink, jadi pasang dengan risiko sendiri. Ada juga unit yang dikirim dengan flashing terkunci, umumnya dari toko pihak ketiga, dan butuh alat Xteink Unlocker dulu.
Opini Kami
Dulu kami menyarankan tetap di firmware resmi. Sekarang situasinya beda. Xteink sendiri sudah kerja sama dengan CrossPoint, dan X4 Pro didukung resmi sejak versi 1.6.0.
Buat kamu yang suka ngoprek sedikit, CrossPoint bikin Xteink terasa seperti e-reader beneran, bukan sekadar gadget lucu buat konten TikTok. Kekurangannya cuma satu: fitur terbaru seperti font TTF dan Cover Grid belum sampai ke X3 dan X4 lama.
Cocok Buat Siapa?
- Xteink X4 Pro paling pas buat CrossPoint. Ada layar sentuh, lampu depan, dan dukungan fitur 1.6.5 seperti font TTF.
- Xteink X3 buat yang mau paling mungil. CrossPoint tetap jalan, cuma tanpa font TTF dan Cover Grid.
- Belum yakin pilih yang mana? Baca dulu Xteink X3 vs X4 vs X4 Pro. Kalau masih galau antara Xteink dan Boox, ada Boox Picco vs Xteink.
Sumber
- CrossPoint Reader, "Releases" (1.5.0 7 Agustus, 1.6.0 5 September, 1.6.5 27 September 2026): github.com
- CrossPoint Reader, README repositori: github.com
- Product Impossible, "One $70 e-reader, dozens of firmwares: Xteink/CrossPoint map in 2026" (Seba Kubisz, 26 Juni 2026, diperbarui 30 September 2026): productimpossible.com
- CNX Software, "$99 Xteink X4 Pro 4.3-inch touchscreen eReader to support CrossPoint Reader open-source firmware" (Jean-Luc Aufranc, 23 Juli 2026): cnx-software.com
- Svartling Network, "My review of CrossPoint firmware for the XTEINK X4 Pro" (Stefan Svartling, 27 Juli 2026): svartling.net
- Firmwarely, "CrossPoint E-reader firmware" (riwayat versi): firmwarely.com
Artikel lain
Review Xteink X3: Layarnya Tajam, Kurangnya di Kabel Ngecas dan SoftwareReview · 28 Oktober 2026
Xteink X4 Pro Case: Pilih yang Magnet Biar Tetap Nempel di HPPanduan · 27 Oktober 2026
Xteink di Indonesia: 4 Model, Salah Satunya Masuk Daftar Time MagazinePanduan · 26 Oktober 2026
CrossInk vs CrossPoint: Firmware Xteink Mana yang Cocok Buat Kamu?Tutorial · 18 Oktober 2026
Xteink Nggak Muncul di Laptop? Begini Cara Masukin Buku ke X3, X4, dan X4 ProTutorial · 13 Oktober 2026
E-Reader Terbaik 2026 per Kelas Harga, dari Xteink sampai Bigme B7Panduan · 1 Oktober 2026