Xteink X3 dipakai membaca di kereta. Foto: XteinkKamu mungkin pertama kali lihat Xteink di TikTok: e-reader mungil seukuran kartu yang bisa nempel di punggung HP. Harganya juga jauh di bawah e-reader 6 inci, jadi wajar kalau banyak yang langsung penasaran.
Masalahnya, sekarang ada tiga model, yaitu X3, X4, dan X4 Pro, dan dari foto ketiganya kelihatan hampir sama. Padahal bedanya cukup terasa, mulai dari ukuran layar, lampu, sampai cara ngecasnya.
Xteink itu apa, dan kenapa bisa viral?
Xteink adalah merek e-reader saku dengan layar E Ink hitam-putih. Perangkatnya tidak pakai Android dan tidak punya toko buku bawaan, jadi buku dimasukkan lewat kartu microSD atau dikirim dari HP lewat Wi-Fi dan aplikasi Xteink. Bodinya magnetis, jadi bisa ditempel ke HP yang kompatibel dengan MagSafe, menurut Good e-Reader.
Soal viralnya, Everyeye Tech menulis X4 menyebar terutama lewat TikTok di komunitas booktoker. Meduza, yang mengangkat tulisan Saahil Desai di The Atlantic, mencatat Xteink sempat nangkring di atas beberapa model Kindle di daftar rilis baru terlaris Amazon.
Desai juga cerita pengalamannya sendiri. Dalam dua bulan sebelum punya Xteink, dia cuma menamatkan satu buku, sedangkan di bulan pertama pakai Xteink langsung tiga buku. Rata-rata pemakaian iPhone-nya pun turun 25 menit sehari. Layar kecil yang cuma muat satu-dua paragraf bikin membaca terasa cepat, mirip scroll media sosial. Sebagian blogger sampai menyebutnya "TikTok-isasi membaca".

Kelebihan
- Muat di saku, beratnya 58 sampai 77 gram
- Tombol fisik untuk balik halaman
- Bisa nempel magnetis di punggung HP
- Kartu microSD 16 GB sudah termasuk
Kekurangan
- Hanya EPUB dan TXT, tidak untuk PDF dan komik
- X3 dan X4 tanpa lampu depan
- Firmware bawaan masih sederhana
- Tidak bisa buka buku ber-DRM
Untuk siapa e-reader sekecil ini?
Xteink paling masuk akal buat pembaca novel yang ingin bawa buku ke mana-mana tanpa tas. Baca sambil antre, di KRL, atau nunggu teman, lalu masukkan lagi ke saku. Kalau ebook kamu berupa file EPUB, tinggal salin ke microSD.
Tapi ini bukan pengganti e-reader 6 inci, sih. The eBook Reader menyarankan X4 sebagai e-reader kedua, bukan yang pertama, dan paling cocok untuk orang yang terbiasa mengelola file sendiri lewat Calibre. Kalau buku kamu ada di aplikasi seperti Gramedia Digital, iPusnas, atau Kindle, Xteink tidak bisa membukanya karena memang tidak bisa pasang aplikasi. Untuk kebutuhan itu, kami sudah bahas di artikel Bigme B6 Color vs PocketBook Verse Pro Color vs Xteink X3.
Xteink X3 vs X4 vs X4 Pro: beda speknya
| Xteink X3 | Xteink X4 | Xteink X4 Pro | |
|---|---|---|---|
| Layar | 3,7", 528×792, 259 PPI | 4,3", 480×800, 219 PPI | 4,3", 480×800, 219 PPI |
| Lampu depan | Tidak ada | Tidak ada | Ada, warna hangat/dingin bisa diatur |
| Layar sentuh | Tidak, tombol saja | Tidak, tombol saja | Ya, plus tombol |
| Baterai | 650 mAh | 650 mAh | 1.100 mAh |
| Port ngecas | Pogo pin magnetis | USB-C | Pogo pin magnetis |
| Dimensi, berat | 97,6×63,7×5,1 mm, 58 g | 114×69×5,9 mm, 77 g | 111×69×5,95 mm, 72 g |
| Harga di Movodia | Cek harga | Cek harga | Cek harga |
Ketiganya sama-sama membaca EPUB dan TXT, punya Wi-Fi 2,4 GHz dan Bluetooth, serta sudah dapat kartu microSD 16 GB di dalam kotak.
Xteink X3 paling kecil dan paling ringan. Menurut Liliputing, layarnya juga lebih tajam daripada X4, dan X3 menambahkan NFC serta gyroscope untuk fitur balik halaman dengan menggoyang perangkat. Good e-Reader memuji tombol fisiknya, yang juga dipakai untuk navigasi menu. Catatannya, Liliputing menilai magnet X3 mungkin tidak sekuat X4 saat ditempel ke HP. Ngecasnya pakai kabel magnetis pogo pin, jadi jangan sampai kabelnya hilang.

Xteink X4 layarnya lebih lega dari X3. Ini juga satu-satunya yang masih pakai USB-C. The eBook Reader menyebut X4 sangat kecil dan ringan, gampang masuk saku, dan nyaman digenggam. Tombol balik halamannya ada di samping dan di bawah layar. Karena tanpa layar sentuh, tidak ada sentuhan tak sengaja.
Nah, Xteink X4 Pro adalah jawaban untuk yang suka baca malam. Menurut halaman resmi Xteink, lampu depannya (frontlight) dual-tone, jadi kecerahan dan warna hangat-dinginnya bisa diatur. Layarnya juga sudah sentuh, tapi tombol fisik tetap ada, dan baterainya naik ke 1.100 mAh. The eBook Reader mencatat ukurannya sedikit lebih kecil dari X4, tapi port USB-C diganti pogo pin.

Keterbatasan yang perlu kamu tahu sebelum beli
Format terbatas. Untuk buku, Xteink cuma membaca EPUB dan TXT. Tidak ada PDF, dan layar 3,7 sampai 4,3 inci memang tidak cocok untuk komik. The eBook Reader juga mencatat X4 tidak bisa membuka ebook ber-DRM.
Tanpa lampu di X3 dan X4. Di ruangan gelap, kamu butuh lampu tambahan seperti Xteink Reading Light. The eBook Reader juga menemukan teks di X4 jadi agak pudar saat ganti halaman di bawah sinar matahari langsung.
Firmware bawaan masih sederhana. Ini keluhan yang paling sering muncul. The eBook Reader menemukan pemenggalan kata yang berantakan, paragraf tanpa indentasi, pilihan ukuran huruf terbatas, tanpa pengaturan margin, tanpa kamus, dan tanpa highlight. Liliputing menilai software X3 sudah lebih baik, tapi "better doesn't necessarily mean good". Meduza menambahkan, sampul buku tidak bisa ditampilkan dan format teks kadang salah.
Gimana dengan firmware CrossPoint?
Kalau cari Xteink di internet, kamu pasti ketemu nama CrossPoint Reader. Ini firmware open source buatan komunitas yang menggantikan software bawaan. Menurut Liliputing dan The eBook Reader, CrossPoint memperbaiki tata letak dan menambah fitur seperti navigasi yang lebih rapi dan pilihan ukuran huruf lebih banyak.
Waktu artikel ini pertama ditulis, kami menyarankan tetap di firmware resmi. Sekarang situasinya beda. Menurut Product Impossible, tim Xteink menulis di forum Reddit pemilik Xteink pada 21 Juni 2026 bahwa mereka resmi mulai kerja sama dengan CrossPoint. Pemasangannya lewat browser, dan bisa dibalikin ke firmware resmi lewat halaman yang sama.
CrossPoint tetap bukan firmware resmi Xteink, jadi pasang dengan risiko sendiri. Fitur baru dan cara pasangnya kami bahas di Xteink CrossPoint Kini Resmi Dukung X4 Pro.
Jadi, cocok buat siapa?
Harga terbaru ada di halaman produk masing-masing.
- Xteink X3. Buat yang ingin e-reader paling kecil, cukup untuk saku celana, dan biasa baca di siang hari atau ruangan terang. X3 juga jadi Xteink paling laris di toko kami.
- Xteink X4. Buat yang cari layar sedikit lebih besar dari X3, dan lebih suka ngecas pakai kabel USB-C biasa.
- Xteink X4 Pro. Buat yang sering baca malam, di kendaraan, atau di kamar yang redup. Lampu depan dan baterai yang lebih besar bikin selisih harganya masuk akal.
Kesimpulannya, ketiganya enak buat novel di saku, tapi kurang cocok kalau kamu butuh PDF, komik, atau aplikasi ebook lokal. Untuk kebutuhan itu, lebih baik lirik e-reader 6 inci berbasis Android.
Sumber
- Xteink, "Xteink X4 Pro Pocket eReader" (halaman produk resmi): xteink.com
- Liliputing, "Xteink X3 is an even smaller eReader (3.7 inch E Ink device for $79)" (Brad Linder, 2 April 2026): liliputing.com
- Liliputing, "Xteink blocks installation of custom firmware on some eReaders, launches a new Android-powered model" (Brad Linder, 2 Mei 2026): liliputing.com
- Good e-Reader, "First Look at the Xteink X3 Mini E-Reader" (Michael Kozlowski): goodereader.com
- The eBook Reader, "XTEINK X4 Review with Stock Software – $69 Mini eReader" (Nathan Groezinger, 21 April 2026): blog.the-ebook-reader.com
- The eBook Reader, "New XTEINK X4 Pro Released with Touchscreen and Frontlight" (Nathan Groezinger, 21 Juli 2026): blog.the-ebook-reader.com
- Everyeye Tech, "Il minuscolo ereader che sta facendo impazzire TikTok è realtà" (Alessio Marino, 7 Mei 2026): tech.everyeye.it
- Meduza, "Китайская читалка Xteink — маленькая, дешевая и примитивная. Но она вдруг стала вирусным хитом" (12 September 2026, adaptasi tulisan Saahil Desai di The Atlantic): meduza.io
- Spesifikasi layar, dimensi, dan baterai: halaman produk resmi Xteink (X3, X4, X4 Pro) dan tabel comparisontabl.es
- Product Impossible, "Xteink firmware ecosystem" (pernyataan tim Xteink 21 Juni 2026): productimpossible.com
- CrossPoint Reader, README proyek (GitHub): github.com
- Popularitas produk: data toko Movodia
Artikel lain
Xteink di Indonesia: 4 Model, Salah Satunya Masuk Daftar Time MagazinePanduan · 26 Oktober 2026
Xteink X4 Pro Case: Pilih yang Magnet Biar Tetap Nempel di HPPanduan · 27 Oktober 2026
Review Xteink X3: Layarnya Tajam, Kurangnya di Kabel Ngecas dan SoftwareReview · 28 Oktober 2026
Xteink X4 Classic vs X4 Pro: Layar Paling Tajam Lawan Lampu Depan, Mending Mana?Panduan · 19 Oktober 2026
E-Reader Terbaik 2026 per Kelas Harga, dari Xteink sampai Bigme B7Panduan · 1 Oktober 2026
Wallpaper Xteink X4 Bisa Pakai Foto Sendiri, Begini Cara Ganti Layar TidurnyaTutorial · 24 Oktober 2026