Movodia Digitec
Distributor Resmi | Garansi Resmi
Review Xteink X4 Pro: Enak Buat Baca Malam, Kurangnya di Adaptor Cas MagnetGambar promosi resmi Xteink X4 Pro dengan layar pengaturan lampu. Foto: Xteink

Review Xteink X4 Pro: Enak Buat Baca Malam, Kurangnya di Adaptor Cas Magnet

Review Xteink X4 Pro dari kesan para reviewer: lampu depan yang bikin enak baca malam, layar sentuh plus tombol, baterai seminggu lebih, dan kekurangan nyatanya di adaptor cas magnet yang gampang lepas.

Movodia · 31 Oktober 2026Review

Xteink X4 Pro adalah Xteink pertama yang punya lampu depan dan layar sentuh. Dua tambahan itu bikin dia jadi Xteink paling lengkap, tapi apa yang harus dikorbankan?

Lampu depan Xteink X4 Pro: alasan utama naik kelas

X3 dan X4 tidak punya lampu. X4 Pro membereskan itu dengan lampu depan yang kecerahan dan temperatur warnanya bisa diatur. Lifehacker Jepang mencatat masing-masing punya 10 tingkat.

Mark Jansen dari Android Police paling terkesan. Ia menulis, "The frontlight is a game-changer", karena ia tidak perlu lagi mengandalkan HP saat menemani anak tidur.

Nathan Groezinger dari The eBook Reader lebih kritis. Sudut kanan bawah layarnya sedikit lebih terang, tapi menurutnya bedanya halus dan tidak mengganggu.

Kelebihan

  • Lampu depan dengan kecerahan dan temperatur warna yang bisa diatur
  • Layar sentuh plus tombol fisik, sentuh bisa dimatikan
  • Baterai 1.100 mAh, seminggu lebih sekali cas
  • Punggung bermagnet, bisa nempel di HP

Kekurangan

  • Ngecas lewat adaptor magnet yang gampang lepas, bukan USB-C

Layar sentuh dan tombol, pakai yang kamu suka

X4 Pro tetap punya tombol fisik di samping, jadi balik halaman satu tangan tetap gampang. Layar sentuhnya dipakai untuk memilih buku dan menu. Lifehacker Jepang menilai responsnya lancar, walau sesekali perlu tap dua kali. Digital Trends mencatat layar sentuh bisa dimatikan total.

Ada satu tombol kapasitif bulat di bawah layar. Jansen menyukainya. Nadeem Sarwar dari Digital Trends kurang sreg: kadang telat merespons, dan tidak ada getaran yang menandai tombol sudah tertekan.

Punggungnya bermagnet. Sarwar bisa langsung menempelkannya ke HP yang mendukung Qi2, dan ada cincin logam di kotak untuk HP lain. Menurut Jansen, X4 Pro baru pas tanpa menonjol di HP berukuran besar.

Xteink X4 Pro hitam menempel di punggung HP oranye, tampak samping
Gambar promosi resmi Xteink: X4 Pro hitam (bawah) menempel di punggung HP oranye, tampak samping. Foto: Xteink

Baterainya awet. Sarwar membaca sekitar dua jam sehari, kebanyakan dengan lampu mati, dan baterainya bertahan seminggu. Jansen memakainya lebih dari seminggu tanpa sekali pun ngecas.

Kekurangan Xteink X4 Pro: adaptor cas magnet

Hampir semua reviewer mengeluhkan hal yang sama. X4 Pro tidak punya colokan USB-C. Ngecasnya lewat empat pin di punggung, disambung adaptor magnet yang ada di kotak.

Masalahnya, adaptor itu gampang copot. Jansen menyebutnya "small, easy to lose, and falls off the charging pins at the slightest movement". Lifehacker Jepang dan Sarwar mengalami hal yang sama.

Punggung Xteink X4 Pro hitam dengan logo XTEINK dan empat pin cas di bagian bawah
Punggung Xteink X4 Pro dengan empat pin cas di bagian bawah. Foto: Xteink

Saran kami: ngecas di meja yang rata dan simpan adaptornya di satu tempat. Dengan baterai seminggu lebih, urusan ini jarang datang.

Software bawaan polos, tapi bisa diganti

Firmware bawaan masih sederhana. Jansen hanya mendapat dua pilihan ukuran font, dan menurutnya dua-duanya kurang besar. Lifehacker Jepang menilai sistem bawaannya masih kasar.

Kabar baiknya, Groezinger melihat software resmi membaik pesat dalam beberapa minggu, dengan update yang keluar hampir tiap hari. Kalau masih kurang, X4 Pro bisa pakai firmware komunitas. Sarwar sendiri memakai CrossInk. Pilihannya kami bahas di CrossInk vs CrossPoint.

X4 Pro hanya membaca EPUB dan TXT tanpa DRM. Buku Kindle atau aplikasi perpustakaan digital tidak bisa dibuka.

Lampu dibayar dengan kontras

Lapisan lampu dan layar sentuh ada harganya. Groezinger menilai teks di X4 Classic jauh lebih kontras dibanding X4 Pro. Lifehacker Jepang juga merasa layar X4 Pro sedikit kurang tajam dibanding X3 dan X4, terutama saat lampu mati.

Spek Xteink X4 ProKeterangan
LayarE Ink 4,3 inci, 219 PPI, layar sentuh
Lampu depanAda, kecerahan dan temperatur warna diatur
Baterai1.100 mAh
NgecasPin magnet (pogo pin), lewat adaptor
Dimensi, berat111 × 69 × 5,95 mm, 72 g
PenyimpananmicroSD 16 GB termasuk, bisa sampai 256 GB
KoneksiWi-Fi 2,4 GHz, Bluetooth
FormatEPUB, TXT, JPG, BMP

Kalau kamu lebih sering baca siang, Xteink X4 Classic vs X4 Pro membahas tukar-tambah ini lebih detail.

Opini Kami

Menurut kami, Xteink X4 Pro layak dibeli sebagai e-reader saku untuk yang banyak baca malam. Lampu depannya membuat Xteink akhirnya bisa dibawa baca ke kasur. Layar sentuh dan baterai seminggu lebih jadi bonus.

Kekurangan yang paling sering dikeluhkan reviewer adalah adaptor cas magnet, dan itu tidak bisa ditambal update. Software yang polos masih bisa diganti firmware komunitas.

Jadi pilih X4 Pro kalau kamu baca di kamar gelap atau di perjalanan malam. Pilih X4 Classic kalau bacanya kebanyakan siang dan kamu mau teks paling kontras.

Cek Xteink X4 Pro di toko, lengkap dengan garansi resmi 12 bulan dari Movodia. Pilihan casing yang tetap bisa nempel di HP kami bahas di Xteink X4 Pro Case.

Sumber

  • Android Police, "I carried the smallest e-reader in my pocket for a week; I only found two dealbreakers" (Mark Jansen, 19 Agustus 2026): androidpolice.com
  • Digital Trends, "Xteink X4 Pro review: A refined e-reader that now puts more tricks in your palm" (Nadeem Sarwar, 8 September 2026): digitaltrends.com
  • Lifehacker Jepang, ulasan Xteink X4 Pro (Joel Cunningham, diperbarui 4 Agustus 2026): lifehacker.jp
  • The eBook Reader, "XTEINK X4 Pro Review with XT Licorice Software (Video)" (Nathan Groezinger, 11 Oktober 2026): blog.the-ebook-reader.com
  • Xteink, halaman produk resmi Xteink X4 Pro (spesifikasi): xteink.com

Artikel lain