Xteink X4 Classic. Foto: XteinkXteink X4 Classic vs X4 Pro: Layar Paling Tajam Lawan Lampu Depan, Mending Mana?
Xteink X4 Classic vs X4 Pro: Classic lebih ringan dengan kontras layar yang dipuji reviewer, X4 Pro punya lampu depan dan layar sentuh. Ini bedanya dan siapa yang cocok pakai masing-masing.
Xteink punya anggota baru di keluarga X4: X4 Classic. Di situs resminya dia juga disebut X4 V2, penerus X4 generasi pertama. Sekarang X4 Classic sudah resmi ada di Indonesia, berdampingan dengan X4 Pro.
Masalahnya, dua-duanya sama-sama 4,3 inci, sama-sama mungil, sama-sama punya punggung bermagnet. Terus bedanya apa, dan mana yang pas buat kamu?
Xteink X4 Classic vs X4 Pro: Beda Utamanya di Lampu dan Layar Sentuh
X4 Pro punya lampu depan yang bisa diatur kecerahan dan warnanya, dari putih dingin sampai hangat. Layarnya juga bisa disentuh, tapi tombol fisiknya tetap ada.
X4 Classic nggak punya dua-duanya. Tanpa lampu, tanpa layar sentuh. Semua lewat tombol di dua sisi. Buat baca malam, Xteink sendiri menyarankan dua jalan di halaman resminya: tambah lampu baca, seperti Xteink Reading Light, atau pilih X4 Pro.

Sebagai gantinya, Classic punya trik kecil: Shake-to-Flip. Goyangkan perangkat, halaman berganti. Fitur ini dinyalakan dari menu baca.
Kelebihan
- X4 Classic cuma 68 gram dan tebal 4,9 mm
- Kontras layar X4 Classic dipuji lebih tajam dari X4 Pro
- X4 Pro punya lampu depan hangat-dingin dan layar sentuh
- X4 Classic bisa nempel magnet di punggung HP
Kekurangan
- Dua-duanya dicas lewat pogo pin magnet, bukan colokan USB-C langsung
Kejutan: Layar Classic Justru Lebih Tajam
Di atas kertas layarnya sama, 4,3 inci dan 219 ppi. Tapi Nathan Groezinger dari The eBook Reader, yang memegang dua-duanya, bilang kontras X4 Classic jauh lebih baik.
Menurut dia, kontras teks hitam di latar abu Classic "on another level". Di review X4 Pro, dia menulis kontras X4 Pro "a few notches below" X4 Classic. Dugaannya, lapisan lampu dan layar sentuh di X4 Pro bikin tampilan sedikit kurang bening.
Jadi ada tukar-tambahnya. Lampu dan sentuhan itu enak, tapi dibayar dengan layar yang sedikit lebih pudar di siang hari.
Bobot, Baterai, dan Cara Ngecas
Classic lebih ringan dan lebih tipis. Spek resminya 68 gram dan tebal 4,9 mm. X4 Pro 72 gram dan tebal 5,95 mm. Bedanya kecil, tapi dua-duanya memang dibuat buat masuk saku.
Baterai X4 Pro lebih besar, 1.100 mAh. Classic 920 mAh, naik 270 mAh dari X4 generasi pertama. Xteink mengklaim Classic tahan sampai 10 hari baca santai sekali cas. Ingat, X4 Pro juga harus menyalakan lampu, jadi kapasitas besar itu memang ada gunanya.
Dua-duanya sama-sama nggak punya colokan USB-C. Ngecasnya lewat pogo pin magnet di punggung, pakai adaptor magnet yang ada di kotak. Jangan sampai adaptornya hilang, ya.

Ringkasan Spek
| X4 Classic | X4 Pro | |
|---|---|---|
| Layar | 4,3 inci, 219 ppi | 4,3 inci |
| Lampu depan | Tidak ada | Ada, hangat & dingin |
| Layar sentuh | Tidak | Ya, plus tombol |
| Berat | 68 g | 72 g |
| Tebal | 4,9 mm | 5,95 mm |
| Baterai | 920 mAh | 1.100 mAh |
| Cas | Pogo pin magnet | Pogo pin magnet |
Soal Software dan Buku
Dua-duanya pakai sistem bawaan Xteink, bukan toko buku seperti Kindle. The eBook Reader mencatat dua-duanya belum bisa membuka buku ber-DRM. Jadi bacaannya file EPUB atau TXT yang kamu masukkan sendiri, lewat microSD atau aplikasi Xteink di HP. Caranya ada di panduan masukin buku ke Xteink.
Groezinger mencatat software bawaan Classic berkembang cepat lewat update XT Licorice. Font TTF dan statistik baca sudah ada. Tapi highlight dan kamus belum, padahal X4 Pro sudah punya. Dia memperkirakan fitur itu menyusul.
Opini Kami
X4 Classic itu e-reader saku buat pembaca siang. Naik KRL pagi, nunggu di kafe, istirahat kantor. Layarnya yang paling enak dilihat di keluarga X4.
X4 Pro lebih serba bisa. Kalau kamu tipe yang baca sebelum tidur dengan lampu kamar mati, Classic jelas bakal bikin frustrasi. Di situ X4 Pro menang telak.
Cocok Buat Siapa?
- Xteink X4 Classic: buat yang baca di tempat terang, suka tombol fisik, dan mau perangkat paling ringan.
- Xteink X4 Pro: buat yang sering baca malam dan mau layar sentuh.
Kalau masih menimbang X3, lihat Xteink X3 vs X4 vs X4 Pro. Bandingin sama Kindle? Baca Kindle vs Xteink X4. Semua Xteink di Movodia bergaransi resmi 12 bulan. Cek harga terbarunya di halaman produk.
Sumber
- Xteink, "X4 Classic (X4 V2) Pocket eReader": xteink.com
- Xteink, "Xteink X4 Pro: The Specs, What It Does, and Who It's For" (27 Juli 2026): xteink.com
- The eBook Reader, "Xteink X4 Classic Review with XT Licorice Update (Video)" (Nathan Groezinger, 16 Oktober 2026): blog.the-ebook-reader.com
- The eBook Reader, "XTEINK X4 Pro Review with XT Licorice Software (Video)" (Nathan Groezinger, 11 Oktober 2026): blog.the-ebook-reader.com
- Xteink, "Xteink X4 Pro": xteink.com
- Pocketink, "X4 Classic": pocketink.io
Artikel lain
Xteink X4 Pro Case: Pilih yang Magnet Biar Tetap Nempel di HPPanduan · 27 Oktober 2026
Xteink di Indonesia: 4 Model, Salah Satunya Masuk Daftar Time MagazinePanduan · 26 Oktober 2026
Xteink X3 vs X4 vs X4 Pro: Beda Ukuran, Lampu Depan, dan Cara NgecasPanduan · 26 September 2026
Review Xteink X3: Layarnya Tajam, Kurangnya di Kabel Ngecas dan SoftwareReview · 28 Oktober 2026
E-Reader Mungil EEGO, Honor, dan Metalio: Kok Makin Banyak yang Seukuran Kartu?Berita · 26 Oktober 2026
Wallpaper Xteink X4 Bisa Pakai Foto Sendiri, Begini Cara Ganti Layar TidurnyaTutorial · 24 Oktober 2026