Xteink X4 Classic (X4 V2) di tangan, rak buku di belakang. Foto: XteinkMungkin kamu pernah lihat videonya. E-reader seukuran HP kecil, ditempel di punggung ponsel, lalu dibuka di KRL atau sambil antre kopi. Itu Xteink X4, e-reader mungil yang lagi ramai dicari orang Indonesia.
Kami kumpulkan kesan para reviewer yang benar-benar memakainya. Pujiannya konsisten, keluhannya juga. Sebagian keluhan itu dijawab Xteink lewat penerusnya.
Review Xteink X4: Yang Bikin Reviewer Jatuh Hati
Nathan Groezinger dari The eBook Reader menyebutnya "one of the smallest and lightest ereaders ever made at just 74 grams." Layarnya 4,3 inci dengan kerapatan sekitar 220 ppi. Tidak ada layar sentuh, semua lewat tombol.
Justru tombol itu yang disukai Neil Brown, blogger yang menulis kesan awalnya pada Maret 2026. Dia menulis, "I much prefer pressing a button to turn a page than mimicking a 'swipe' action." Neil juga kaget layar sekecil itu bisa menampung teks cukup banyak.
Poin lain yang sering muncul: tanpa akun, tanpa iklan. Nyalakan, buka buku, baca. Buat yang capek sama notifikasi HP, ini kerasa banget.

Kelebihan
- Mungil dan ringan, gampang masuk saku
- Tombol fisik buat ganti halaman
- Tanpa akun dan tanpa iklan
Kekurangan
- Software bawaan masih sederhana, belum ada kamus dan highlight
Kekurangan Xteink X4 Menurut Reviewer
Keluhannya hampir semua soal software, bukan bodi. Groezinger mencatat software bawaan X4 masih sering salah format di buku berbahasa Inggris, belum punya kamus maupun highlight, dan ukuran hurufnya hampir tidak bisa diatur. Dia juga melihat teks memudar saat ganti halaman di bawah sinar matahari langsung.
Lalu soal lampu. X4 tidak punya lampu depan, jadi baca malam butuh lampu kamar. Neil sendiri memasang firmware komunitas CrossPoint dan memakai X4 sebagai e-reader kedua. Groezinger menyimpulkan hal yang mirip: X4 "better suited as a secondary reading device than a primary one."
Menurut kami, ini bukan vonis buruk. Ini gambaran jujur soal gadget saku: teman baca di sela waktu.
Penerusnya: X4 Classic dan X4 Pro
Dua penerus X4 terasa seperti jawaban langsung atas keluhan tadi.
| X4 (generasi pertama) | X4 Classic (X4 V2) | X4 Pro | |
|---|---|---|---|
| Bobot | 74 g | lebih tipis & ringan dari X4 | 72 g |
| Layar | 4,3", tanpa sentuh | 4,3", tanpa sentuh, kontras lebih tinggi | sentuh + tombol samping |
| Lampu depan | tidak | tidak | ya, hangat–dingin |
| Baterai | 650 mAh | 920 mAh | ±60% tersisa setelah ±3 minggu (TechCrunch) |
| Cas | USB-C | pogo pin magnet | pogo pin magnet |
| Status | tidak ada lagi di katalog resmi | dijual | dijual |
Groezinger menulis X4 Classic punya "a noticeable boost in contrast compared to the original X4", dan masalah teks memudar di bawah matahari sudah beres. Update software Licorice menambah font TTF, pengaturan kontras, dan transfer lewat USB. Kamus dan highlight? Belum ada.
X4 Pro mengambil jalan lain: lampu depan pertama di keluarga Xteink, plus layar sentuh yang dinilai Groezinger responsif. Amanda Silberling dari TechCrunch melaporkan baterainya masih sekitar 60% setelah kurang lebih tiga minggu.

Opini Kami
Review Xteink X4 kompak: bodinya juara, softwarenya belum. Untungnya, Xteink kelihatan mendengar. Classic membereskan kontras dan baterai, Pro membereskan lampu.
Pilihannya tergantung kapan kamu biasa baca. Pembaca siang di kereta atau kafe lebih cocok di Classic yang kontras layarnya dipuji. Pembaca sebelum tidur lebih cocok di X4 Pro. Catatan TechCrunch masuk akal: layar kecil bikin kamu memegangnya lebih dekat ke wajah dibanding Kindle.
Butuh fitur tambahan? Firmware komunitas CrossPoint sudah kami bahas di panduan CrossPoint.
Cocok Buat Siapa?
- Pembaca di sela waktu yang ingin lepas dari HP tanpa bawa tas: Xteink X4 Classic.
- Pembaca malam yang butuh lampu dan layar sentuh: Xteink X4 Pro.
- Masih bingung pilih yang mana? Baca X4 Classic vs X4 Pro, lalu cara masukin buku ke Xteink.
Semua unit Xteink di Movodia bergaransi resmi 12 bulan, dan klaimnya kami yang urus.
Sumber
- The eBook Reader, "Xteink X4 Review (Stock Software)" (Nathan Groezinger, 21 April 2026): blog.the-ebook-reader.com
- Neil Brown, "Initial thoughts on the tiny XTEINK X4 ereader" (25 Maret 2026): neilzone.co.uk
- The eBook Reader, review Xteink X4 Classic (Nathan Groezinger, 16 Oktober 2026): blog.the-ebook-reader.com
- The eBook Reader, review Xteink X4 Pro (Nathan Groezinger, 11 Oktober 2026): blog.the-ebook-reader.com
- TechCrunch, "The Xteink X4 Pro could be the tiny e-reader of your dreams" (Amanda Silberling, 21 Juli 2026): techcrunch.com
- Xteink, katalog produk resmi: xteink.com
Artikel lain
Xteink X4 Pro Case: Pilih yang Magnet Biar Tetap Nempel di HPPanduan · 27 Oktober 2026
E-Reader Mungil EEGO, Honor, dan Metalio: Kok Makin Banyak yang Seukuran Kartu?Berita · 26 Oktober 2026
Xteink di Indonesia: 4 Model, Salah Satunya Masuk Daftar Time MagazinePanduan · 26 Oktober 2026
Wallpaper Xteink X4 Bisa Pakai Foto Sendiri, Begini Cara Ganti Layar TidurnyaTutorial · 24 Oktober 2026
Xteink X4 Kini Bisa Highlight dan Pakai Remote Bluetooth, Ini Isi CrossPoint 2.0Berita · 21 Oktober 2026
Xteink X4 Classic vs X4 Pro: Layar Paling Tajam Lawan Lampu Depan, Mending Mana?Panduan · 19 Oktober 2026