Movodia Digitec
Distributor Resmi | Garansi Resmi
Review Xteink X4: Dipuji Mungilnya, Dikeluhin Softwarenya, Lalu Diperbaiki PenerusnyaXteink X4 Classic (X4 V2) di tangan, rak buku di belakang. Foto: Xteink

Review Xteink X4: Dipuji Mungilnya, Dikeluhin Softwarenya, Lalu Diperbaiki Penerusnya

Review Xteink X4 dari para reviewer: e-reader 74 gram yang enak dibawa ke mana-mana, keluhannya soal software dan lampu, dan bagaimana X4 Classic serta X4 Pro menjawabnya.

Movodia · 22 Oktober 2026Review

Mungkin kamu pernah lihat videonya. E-reader seukuran HP kecil, ditempel di punggung ponsel, lalu dibuka di KRL atau sambil antre kopi. Itu Xteink X4, e-reader mungil yang lagi ramai dicari orang Indonesia.

Kami kumpulkan kesan para reviewer yang benar-benar memakainya. Pujiannya konsisten, keluhannya juga. Sebagian keluhan itu dijawab Xteink lewat penerusnya.

Review Xteink X4: Yang Bikin Reviewer Jatuh Hati

Nathan Groezinger dari The eBook Reader menyebutnya "one of the smallest and lightest ereaders ever made at just 74 grams." Layarnya 4,3 inci dengan kerapatan sekitar 220 ppi. Tidak ada layar sentuh, semua lewat tombol.

Justru tombol itu yang disukai Neil Brown, blogger yang menulis kesan awalnya pada Maret 2026. Dia menulis, "I much prefer pressing a button to turn a page than mimicking a 'swipe' action." Neil juga kaget layar sekecil itu bisa menampung teks cukup banyak.

Poin lain yang sering muncul: tanpa akun, tanpa iklan. Nyalakan, buka buku, baca. Buat yang capek sama notifikasi HP, ini kerasa banget.

Xteink X4 Classic putih dan hitam berdampingan, tampak depan dengan tombol di bawah layar
Xteink X4 Classic (X4 V2) putih dan hitam, dua tombol di bawah layar seperti X4. Foto: Xteink

Kelebihan

  • Mungil dan ringan, gampang masuk saku
  • Tombol fisik buat ganti halaman
  • Tanpa akun dan tanpa iklan

Kekurangan

  • Software bawaan masih sederhana, belum ada kamus dan highlight

Kekurangan Xteink X4 Menurut Reviewer

Keluhannya hampir semua soal software, bukan bodi. Groezinger mencatat software bawaan X4 masih sering salah format di buku berbahasa Inggris, belum punya kamus maupun highlight, dan ukuran hurufnya hampir tidak bisa diatur. Dia juga melihat teks memudar saat ganti halaman di bawah sinar matahari langsung.

Lalu soal lampu. X4 tidak punya lampu depan, jadi baca malam butuh lampu kamar. Neil sendiri memasang firmware komunitas CrossPoint dan memakai X4 sebagai e-reader kedua. Groezinger menyimpulkan hal yang mirip: X4 "better suited as a secondary reading device than a primary one."

Menurut kami, ini bukan vonis buruk. Ini gambaran jujur soal gadget saku: teman baca di sela waktu.

Penerusnya: X4 Classic dan X4 Pro

Dua penerus X4 terasa seperti jawaban langsung atas keluhan tadi.

X4 (generasi pertama)X4 Classic (X4 V2)X4 Pro
Bobot74 glebih tipis & ringan dari X472 g
Layar4,3", tanpa sentuh4,3", tanpa sentuh, kontras lebih tinggisentuh + tombol samping
Lampu depantidaktidakya, hangat–dingin
Baterai650 mAh920 mAh±60% tersisa setelah ±3 minggu (TechCrunch)
CasUSB-Cpogo pin magnetpogo pin magnet
Statustidak ada lagi di katalog resmidijualdijual

Groezinger menulis X4 Classic punya "a noticeable boost in contrast compared to the original X4", dan masalah teks memudar di bawah matahari sudah beres. Update software Licorice menambah font TTF, pengaturan kontras, dan transfer lewat USB. Kamus dan highlight? Belum ada.

X4 Pro mengambil jalan lain: lampu depan pertama di keluarga Xteink, plus layar sentuh yang dinilai Groezinger responsif. Amanda Silberling dari TechCrunch melaporkan baterainya masih sekitar 60% setelah kurang lebih tiga minggu.

Siluet orang membaca Xteink X4 Pro di tempat gelap dengan lampu depan menyala
Gambar promosi Xteink X4 Pro: membaca di tempat gelap dengan lampu depan hangat. Foto: Xteink

Opini Kami

Review Xteink X4 kompak: bodinya juara, softwarenya belum. Untungnya, Xteink kelihatan mendengar. Classic membereskan kontras dan baterai, Pro membereskan lampu.

Pilihannya tergantung kapan kamu biasa baca. Pembaca siang di kereta atau kafe lebih cocok di Classic yang kontras layarnya dipuji. Pembaca sebelum tidur lebih cocok di X4 Pro. Catatan TechCrunch masuk akal: layar kecil bikin kamu memegangnya lebih dekat ke wajah dibanding Kindle.

Butuh fitur tambahan? Firmware komunitas CrossPoint sudah kami bahas di panduan CrossPoint.

Cocok Buat Siapa?

Semua unit Xteink di Movodia bergaransi resmi 12 bulan, dan klaimnya kami yang urus.

Sumber

  • The eBook Reader, "Xteink X4 Review (Stock Software)" (Nathan Groezinger, 21 April 2026): blog.the-ebook-reader.com
  • Neil Brown, "Initial thoughts on the tiny XTEINK X4 ereader" (25 Maret 2026): neilzone.co.uk
  • The eBook Reader, review Xteink X4 Classic (Nathan Groezinger, 16 Oktober 2026): blog.the-ebook-reader.com
  • The eBook Reader, review Xteink X4 Pro (Nathan Groezinger, 11 Oktober 2026): blog.the-ebook-reader.com
  • TechCrunch, "The Xteink X4 Pro could be the tiny e-reader of your dreams" (Amanda Silberling, 21 Juli 2026): techcrunch.com
  • Xteink, katalog produk resmi: xteink.com

Artikel lain